Mungkin saya termasuk orang yang jarang dikagetkan oleh suatu sebab. Namun sebuah kalimat yang meluncur dengan santai dari mulut manajer Naif, Mohammad Amil Hussein malam itu di terpaksa membuat saya kaget. "Bagaimana kalau album baru Naif ini digratiskan?" katanya. Kalimat itu diucapkan di suatu malam di pertengahan bulan Februari 2008. Saat itu sang manajer datang bersama Franki Indrasmoro Sumbodo atau Pepeng, pemain drum Naif. Sang manajer itu tak lain adalah Emil, selain bertangung jawab sebagai pemain bas, pula menjabat rangkap sebagai manajer Naif.

Sepasang pencipta efek rhytmn section di Naif itu malam itu secara gentlement agreement menyerahkan album terbaru mereka kepada Rolling Stone untuk membagikan gratis kepada khalayak. Album yang dimaksud Emil adalah Let's Go. Album yang disebut Emil sebagai album 5 ½ atau setengah enam. "Dalam artian ini bukan menjadi full album keenam kami, kami menyebutnya album setengah baru dan setengah lama." Sebelumnya Emil mengaku banyak mengirim SMS saat hendak merilis album Let's Go. Saya yang termasuk dikirim SMS oleh Emil. "Waktu itu kami masih berniat menjualnya seperti album kebanyakan yang dijual di toko kaset." Itu yang menjadi alasan, kenapa di website Naif saat dibuka cuma tertera teks Lets' Go dengan tipografi diambil dari font Lego. Sebuah mej yang akan dikemas di album mereka kali ini.

Ada sembilan lagu baru dan empat lagu lama dalam versi berbeda yang termuat di album Let's Go. Beberapa lagu telah menjadi soundtrack film Kawin Kontrak yang telah beredar di bisokop sejak akhir tahun 2007 lalu. Kiwir Wirasto, bagian A&R dari EMI Music Indonesia yang menjadi tempat Naif bernaung untuk mendistribusikan album Naif sejak album Televisi (2007) ikut bergabung dengan Emil, Pepeng, dan saya malam itu. EMI bukan menjadi label baru bagi Naif, tapi hanya sebagai rumah untuk mendistribusikan album terbaru Naif, Televisi. Sejak lepas dari Indo Semar Sakti/Bulletin yang berhasil merekam album Naif seperti Naif, Jangan Terlalu Naif, Titik Cerah, Retropolis, dan The Best of Naif praktis Naif menjadi band tanpa label yang bebas berkreasi tanpa ada batasan jadwal, ide, sikap, dan aturan dari label terkait. Kelahiran Let's Go jika dihitung dengan jadwal rilis album Televisi baru berusia 9 bulan. Ini tidak akan terjadi jika Naif bernaung di sebuah label.

0 komentar:

Your Ad Here